Eraharjo’s Weblog

Uniti dan Disiplin Kunci Keperkasaan Bangsa

June 21, 2008 · Leave a Comment

Tahun 2005 saya berada di Chiba Perfecture dekat Tokyo.
Pagi-pagi saya di bawa Fukuyama San (tour guide)
ke rumah keluarga samurai pada Edo period, Ieyasu
Shogun (1603), era ketika VOC mulai menancapkan
kuku kolonialisme di bumi Indonesia.

Mengunjungi tiap bilik dari rumah samurai yang
serba teratur dan tertata rapi (in order) memberikan
pengertian kepada saya kenapa bangsa ini bisa bertahan
dari gelombang kolonialisasi bangsa-bangsa Eropa semasa
itu. Uniti dan disiplin adalah tulang punggung dari
peradaban bangsa Jepang yang membuat mereka mampu
bertahan pada masa-masa sesulit apapun.

Pada waktu itu jepang menganut sistem kelas. Kelas
samurai adalah kelas tertinggi setelah golongan feodal,
menyusul kelas petani, dibawahnya adalah kelas pengrajin
dan yang paling bawah adalah kelas merchant. Menariknya
kaum samurai (militer) dan petani yang merupakan kelas
tinggi justru (lebih) miskin dibanding dengan kelas
pengrajin dan merchant. Adalah biasa dalam famili samurai
untuk menanam sayur-sayuran sendiri dibelakang rumah
untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Ini adalah
distribusi power yang cukup adil.

Saya berkesempatan pula menghirup teh lokal dengan
ditemani oleh mrs Ida dan miss Yukiko dan pemusik-2
shamizen yang mendendangkan lagu-lagu kepahlawanan
masa samurai. Penghormatan dan kecintaan mereka terhadap
sejarah dan budaya merupakan juga identitas bangsa ini.
Disiplin dan uniti hanya tumbuh subur pada tanah
dengan lapisan social justice dan dipupuk dengan
kecintaan dan kebanggaan akan identitas yang datang
dari kebersamaan nasib, sejarah, dan adat dan budaya.
Bagi bangsa Jepang disiplin tidak lagi merupakan
suatu beban melainkan suatu ekspresi kecintaan dan
kebanggaan untuk menjaga ordnung (order), seperti
halnya alam mengatur sakura blossom, petani menanam
dan menuai padi, pengrajin menempa pedang katana dan
merchant mempresentasikan dagangannya nan teratur, apik.

Order merupakan ritual yang amat penting yang dilupakan
oleh umat manusia di Indonesia. Dengan menjaga order
bangsa Jepang tidak usah menunggu mati kalau mau
merasakan surga. Mereka mampu menciptakan surga dibumi.
Berada di desa Sakura diantara kebun-kebun yang dilatar
belakangi rumpun bambu dengan keramah-tamahan Mrs Ida,
Miss Yukiko, Fukuyama san, begitu indah, asri dan peni,
I feel like in heaven already.

Satu bangsa mesti mengandaikan bahwa para warganya share
the same sentiment, perasaan senasib dan sepenanggungan
(dalam frame sejarah) dan memiliki kebanggaan dan kesamaan
dalam nilai-nilai adat dan budaya (moral value, sense of
fulfilment). Ini merupakan modal yang amat penting untuk
mencapai unity dan discipline. Kemajuan ekonomi dan iptek
adalah sekedar akibat bukan merupakan komponen utama dari
jati diri bangsa. Setiap bangsa kalau memperoleh kondisi
yang cocok untuk tumbuh dan berkembang pasti akan mampu
meraih puncak keemasannya, apakah itu Egyptian, Persian,
Greek, Roman, Inca, Mayan, etc. Bangsa Jepang selalu mampu
menciptakan kondisi sehingga masyarkatnya bisa tumbuh dan
berkembang optimal sesuai potensi mereka.

Categories: Uncategorized

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment